Selasa, 24 November 2009

APES - APES

Sabtu (21/11) adalah hari yang “apes” (sial) untukku. Tepat pukul 12.45 wib aku meninggalkan sekolah. Setengah jam lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan ada pembagian rapor sisipan Ulangan Tengah Semester (UTS). Pikiranku campur aduk membayangkan betapa malunya aku dihadapan orang tua karena hasil ulanganku tidak begitu memuaskan. Dan entah apa yang terjadi nanti di rumah.
Aku pulang bersama temanku, namanya Arini. Dia pulang bersamaku karena akan menyelesaikan tugas. Apa yang ada dipikiranku, ternyata ada juga dipikirkannya. “Pusing aku mikirkan rapor” ucapku. “Halah nggak usah dipikir. Aku lho ya nggak ngerti mau ngomong apa” jawab Arini. “Yang penting tetap semangat dan mencoba menjadi yang lebih baik lagi. Ok???” ungkapku. “Ok…ok…ok…” jawab Arini.
Selama perjalanan pulang ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Entah apa itu?? Tapi bukan karena hasil rapor melainkan ada yang lainnya. Tak lama kemudian tepat di pertigaan Jl. Ahmad Yani, sepeda motorku agak oleng. Segera aku menghentikan laju sepeda dan menepi. Ternyata ban sepeda motorku yang belakang bocor. Sudah hampir lima kali aku menambalkan ban. Karena disekitar tidak ada tukang tambal ban, maka kami harus berjalan menuju tempat tambal ban yang berjarak ± 8 meter. “Lha ya, cantik-cantik kog dorong sepeda?” celetukku. “Lha ya tow….” Jawab Arini. Kemudian kami meledaklah tawa kami.
Setelah sampai di tukang tambal ban, ada satu problem lagi yang terjadi. Aku mengambil dompet di tas, ternyata hanya ada satu lembar uang seribu. “Kamu bawa uang nggak?” tanyaku. “Lha, uangku kamu pinjam buat bayar pulsa gitu” jawab Arini. “Oh ya, lha trus ini gimana kalo bayar?” ucapku bingung. Arini hanya menjawab dengan gelengan kepala. Aku segera memutar otak untuk mencari jalan keluar. Setelah melihat Arini membawa hp, aku menemukan ide. Aku segera mengirimkan pesan kepada saudaraku untuk mengambilkan uang di rumahku. Akhirnya tak lama kemudian, saudaraku segera dating dan memberikan uang. Aku segera memberikan uang itu kepada bapak tukang tambal. Dan kamipun segera pulang. “Sudah jatuh tertimpa tangga pula” celetuk Arini. Benar-benar hari yang apes (sial).

Sabtu, 14 November 2009

BETAPA BERARTINYA SETETES AIR

Rabu (11/11) terjadi pemadaman air secara menyeluruh di lingkungan tempat tinggal saya. Pemadaman ini dilakukan karena ada kebocoran pipa pada salah satu titik saluran air ....... Pemadaman terjadi pada pukul 05.00 – 22.00 wib. Selama itu pula kebutuhan air bersihpun terhambat. Dan membuat aktivitas rumah tangga Tidak berjalan seperti biasanya. Misalnya saja untuk mencuci baju, mandi, dan kebutuhan yang lain.
Karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu dari petugas maka saya dan keluarga tidak ada persiapan khusus, sehingga tidak ada cadangan air. Sehingga saya beserta keluarga harus meminta air kepada tetangga yang tidak menggunakan jasa perusahaan air untuk kebutuhan mandi. Saya harus mengambil air dari tetangga saya dengan berjalan kaki dengan beberapa ember. Mengangkat satu ember saja sudah capek sekali rasanya padahal saya harus mengangkat lima ember. “Berat sekali ternyata” keluhku pada kakakku. “Baru gitu aja sudah ngeluh” ungkap kakakku. Saya berhenti sejenak untuk beristirahat beberapa menit. Saat itu pula, aku teringat dengan tetangga ibuku di desa. Mereka harus “ngangsu” (mengambil air) dengan cara dipikul dari sungai menuju rumah mereka yang berjarak lumayan jauh. Tak dapat saya bayangkan betapa letihnya mereka. Dan itu tidak hanya mereka lakukan satu atau dua kali saja tapi setiap hari. Kalau saya angkat tangan saja. Dari sini aku mengerti ternyata suatu kegiatan yang kita lihat itu mudah, kalau kita mencobanya ternyata susah sekali. Maka dari itu kita tidak boleh meremehkan pekerjaan orang lain.
Selain itu, sekarang saya mengerti bahwa betapa berartinya setetes air untuk kehidupan. Tanpa air kita tidak akan bisa bertahan hidup karena air adalah kebutuhan pokok manusia. Air yang selama ini saya buang secara berlebihan ternyata sangat saya butuhkan walau setetes saja. Tanpa ada pemadaman air ini mungkin saya tidak akan tahu bahwa air sangat penting untuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari.

Kamis, 01 Oktober 2009

Serunya Ramadhan 1430 Hijriah

Ramadhan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu banyak kenangan yang terukir di bulan yang penuh berkah ini. Senang, sedih, kesal, cemas semuanya kumpul jadi satu. Dan aku berharap semoga di tahun berikutnya aku masih bisa berjumpa dengan bulan yang di nanti oleh semua umat muslim.
Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap hari dalam bulan puasa aku beserta keluarga melaksanakan sahur dan buka bersama. Moment-moment seperti inilah yang paling aku kangenin dikala ramadhan. Karena rasa kebersamaan terasa sangat erat di dalam keluarga. Kalau biasanya sarapan dan makan siang sendiri-sendiri, dalam bulan puasa bisa terus bersama-sama. Menu yang paling aku suka ketika bulan puasa adalah semur telur sama tahu, dan nasi pecel. Sedangkan minumnya es teh, es jeruk, sama es belewah. Mak yus…Pokoke.. .
Tak lengkap rasanya kalau di bulan ramadhan tidak ada BUBER alias “Buka Bersama”. Di tahun-tahun sebelumnya aku hanya Buber bersama keluarga saja tapi tahun ini aku buber bareng temen-temen SMP, SMA, plus temen-temen main. Tak kan pernah aku lupakan saat-saat terindah Buber bareng mereka.
Buber pertama bersama keluarga besar SLIMBe. Teman-teman terbaikku saat aku berada di kelas X-5. Tepatnya tanggal 12 September 2009. Hari terakhir aku masuk sekolah. Buber ini dilaksanakan di rumah temanku yang bernama Nur Isnaeni Rahmawati atau akrab disapa Rahma. Meskipun tidak semua teman sekelasku ikut, tapi itu tidak mengubah suasana kebersamaan malam itu. Menu buka bersama saat itu adalah Sate ayam plus es belewah. Tak ketinggalan juga Wali Kelasku dulu Ibu Wiwik juga datang.. Ibu Wiwik juga menuturkan, “Semoga kita bisa menjaga tali silatuhrahmi ini sampai seterusnya”. “Amien…” jawab seluruh anak-anak SLIMBe serentak. Setelah acara makan dan tarawih bersama kami mengadakan acara penutup yaitu acara kembang api. Kita bermain bersama dengan kembang api. Canda dan tawa terlukis indah di bibir kami. Rasanya aku tak ingin waktu berjalan agar kami dapat selalu bersama.
Buber kedua bareng sama anak-anak SCRAFF. Teman-temanku saat aku duduk di bangku SMP. Tanggal 13 September 2009 bertempat di salah satu tempat makan di Bojonegoro kami menggelar acara buka bersama. Hanya ada sembilan orang yang hadir dalam acara buka bersama ini. Karena kami tidak pernah bertemu maka meski hanya sembilan orang tapi terasa lebih dari sembilan orang. Kami bercerita tentang kehidupan kami sekarang dan mengenang masa-masa indah saat SMP dulu. “Tahun depan kita ngadain buber lagi ya? Tapi harus lebih banyak lagi” ucapku pada teman-temanku. “Siip….” Jawab mereka bersama. Dengan makanan dan minuman yang sederhana buka bersama ini terasa istimewa karena bisa kami gunakan untuk silahturahmi juga.
Buber terakhir bareng sama teman-teman sekomplekku. Bertempat di salah satu tempat makan di Bojonegoro, pada tanggal 18 September 2009 buka bersama itu terlaksana. Sebenarnya buber ini adalah acara teraktiran dari temanku yang bernama Oni yang tengah berulang tahun yang ke-16. “Semoga panjang umur, sehat selalu, dan tambah semuanya aja” doaku untuk Oni. Hanya kado kecil yang aku berikan untuknya semoga aja bermanfaat. Buber terakhir ini tak akan pernah hilang dari memoriku karena buber ini menutup buber-buberku bersama teman-temanku.
Tak ada kata yang mampu ku ucapkan, selain semoga persahabatan yang telah kita bangun selama ini tidak rubuh hanya karena waktu dan tempat yang berbeda. I Love You All My Friends.

Senin, 17 Agustus 2009

MERDEKA UNTUK INDONESIA

MERDEKA…
MERDEKA…
MERDEKA…
Dirgahayu untuk Republik Indonesia yang ke-64. Semoga dengan bertambahnya usia, Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Dan saya berharap semoga tidak ada lagi kemiskinan, kericuhan, dan korupsi di Negara yang sangat saya cintai ini.
Perjuangan para pahlawan untuk mencapai Kemerdekaan bukanlah hal yang mudah. Para pahlawan rela mati di medan perang untuk memperjuangkan Kemerdekaan. Dengan semangat nasionalisme marilah kita sebagai generasi penerus bangsa melanjutkan cita-cita bangsa dan membangun bangsa menjadi lebih baik dan maju. Karena masa depan bangsa ada di tangan para generasi muda seperti kita.
Saya Bangga Berbangsa Indonesia, karena di sinilah saya dilahirkan dan dibesarkan. Di Negara inilah saya memperoleh pendidikan yang layak. Saya Cinta Negeriku Indonesia. Negeri yang kaya akan kekayaan alam, dan Negeri yang kaya akan ragam adat istiadat.

MERDEKA UNTUK INDONESIA…

Rabu, 12 Agustus 2009

SeandAinYa

Seandainya waktu bisa dihentikan
Mungkin aku akan menghalangimu untuk pergi
Seandainya malam tak berganti pagi
Mungkin aku akan selalu menjagamu

Seandainya bumi tak berputar
Mungkin aku akan lama berada di sisimu
Seandainya bahagia tak menjadi derita
Mungkin aku akan jadi milikmu seuntuhnya

Namun apa dayaku
Semuanya telah terjadi
Dan tak mungkin untuk kembali lagi
Biarlah ini menjadi kenangan indah bagiku

Senin, 10 Agustus 2009

CERITA MASA LALU

Satu tahun telah berlalu begitu cepat, padahal rasanya baru kemarin aku selesai MOS (Masa Orientasi Siswa). Kembali teringat kenangan masa lalu, saat pertama kali ku langkahkan kaki di kelas X-5. Hanya ada beberapa siswa yang aku kenal, itupun teman lama saat masih SMP. Karna aku harus mencari tempat duduk maka aku memutuskan untuk duduk dengan Shinta teman sekelasku dulu saat SMP di bangku nomor tiga dari belakang. Nama lengkapnya Shinta Ardiana Puspitasari. Cewek mungil ini lahir di Bojonegoro, 09 Januari 1994. Ia tinggal di Temayang tapi sekarang kost di depan Brimob. Shinta itu orangnya ceplas-ceplos, dan asyik di ajak ngobrol, tapi terkadang ngeselin banget.
Satu minggu kemudian kami saling mengenal satu sama lainnya. Karakter mereka yang unik membuatku lebih mudah untuk mengenal mereka lebih dalam. Setelah beberapa bulan akhirnya kami lebih akrab. Kami kompak dalam mengerjakan pr, ngerjakan tugas, dan ngerjakan ulangan (hehehehe). Banyak sekali kenangan yang kami lalui bersama di SLIM_BE (Sepuluh Lima Be Smart). Waktu persiapan pesta rombong dulu sampai wisata ke Kayangan Api. Namun, dengan seiring waktu berjalan kami harus berpisah karna penjurusan. Ya….Penjurusanlah yang memisahkan kita. Ada yang masuk IPA, IPS bahkan Bahasa. Nggak rela banget harus berpisah dengan sahabat-sahabat di SLIM_BE. Soalnya bagiku mereka sudah menjadi keluarga kecilku di sekolah. Tapi, sekarang aku mengerti kalau ini semua adalah yang terbaik untuk kami. Karena kami harus masih mengejar cita-cita kami. Perjalanan hidup ini masih panjang dan masih banyak rintangan yang harus kami lalui. Meskipun SLIM_BE adalah cerita masa lalu. Tapi bagiku SLIM_BE tak kan pernah lekang oleh waktu dan akan selalu ada di lubuk hatiku yang paling dalam.
Aku masuk di jurusan IPA. Kenapa aku milih IPA??? Karena aku pengen jadi guru salah satu pelajaran IPA (Fisika, Biologi, Kimia). Sangat sulit sekali bagiku untuk masuk jurusan IPA. Karena aku harus memperoleh nilai di atas SKM (Standar Kelulusan Minimun) pada mata perlajaran Fisika, Biologi, Kimia. Dengan berusaha keras dan berdoa, alhamdulilah aku bisa masuk jurusan IPA. Saat mendengar bahwa pembagian kelas di urutkan abjad, aku sedih banget. Karena peluang untuk satu kelas dengan Shinta tak mungkin lagi. Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keputusan sekolah. Akhirnya aku masuk di kelas XI IPA-1.
XI IPA-1…Kesan pertama kali saat di XI IPA-1, kok anaknya pendiam banget ya??? Nggak bisa rame kayak SLIM_BE dulu. Aku jadi merasa gimana gitu!!!. Satu minggu kemudian ternyata anak-anaknya bisa diajak rame meskipun terkadang kurang kompak. Tapi aku berharap kita bisa lebih kompak dengan lebih memahami karakter satu dengan yang lainnya. Kelasku yang baru namanya RESIP1ENT (Remaja Sebelas IPA 1 Multi Talent). Dengan adanya FACEBOOK (FB) aku bisa lebih mengenal teman-temanku yang baru di kelasku yang baru juga. Selain itu, dengan FB aku bisa tetap berkomunikasi dengan teman-temanku saat di SMP maupun sahabat-sahabatku di SLIM_BE.

Minggu, 12 Juli 2009

Back TO School

Udah dua minggu berlalu, saatnya aku harus kembali ke sekolah untuk melanjutkan kewajibanku sebagai pelajar. Liburan semester kali ini aku nggak kemana-mana. Pengen banget jalan-jalan tapi sayang orang tuaku sibuk banget nggak waktu luang buat jalan-jalan. Hari pertama masuk sekolah lagi sih perasaannya kangen banget, pengen ketemu sama teman-teman. Apalagi aku bakal berpisah sama teman-teman sekelas karna penjurusan. Kenapa harus berpisah??? Padahal aku kan udah ngrasa nyaman banget sama teman-teman sekelasku. Ada yang IPA, IPS bahkan Bahasa. Nggak rela banget harus pisah.
Aku sendiri masuk jurusan IPA tepatnya XI IPA-1. Dulu sih pengennnya IPA-4 tapi masuknya IPA-1 ya udah deh disyukuri saja. Yang penting aku harus mempunyai semangat dan tekad untuk menjalani esok agar menjadi lebih baik. Aku ingin menunjukkan dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Aku nggak ingin mereka kecewa denganku. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik dari yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Aminnnn…….
Buat anak-anak SLIM_BE jangan lupakan aku yach??? Walaupun kita nggak satu kelas tapi kalo ketemu nyapa aku. Jangan lupa juga main ke rumah kalo nggak gitu sms. Aku pasti kangen banget sama tingkah laku kalian yang kocak abis. Pokoknya Don’t Forget Me._.