Kamis, 11 November 2010

COWOK ITU...

Cakep
Cuek
Simple
Pake logika
Nggak jaim
Melindungi
Penyayang
Baik
Pengen diperhatiin
Kadang cerewet
Egois
Nggak suka di duain
Suka cewek cantik
Suka gombal
Agresif (nggak semuanya)
Nggak suka jadi tukang ojek (nggak semuanya)
Membingungkan


Nb : pendapat ku dan beberapa teman cowokku

5Bulan Menuju Medan Perang

Lima bulan lagi aku dan semua murid Sekolah Menengah Ke Atas (SMA) kelas XII akan mengikuti Ujian Nasional (UNAS) tahun 2011. Setiap mengingat hal ini hatiku selalu bergetar. Pikiranku mengarah pada hal-hal yang negative sehingga membuatku takut. Tapi aku selalu berusaha untuk berfikir positif dan optimis untuk menghadapi semuanya. Entah bagaimana soal yang akan keluar dan hasil yang kuterima. Aku selalu berusaha dan berdoa agar aku mendapatkan hasil yang terbaik.
Tak dapat ku pungkiri persiapanku menuju medan perang untuk saat ini masih kurang. Masih banyak mata pelajaran yang aku kurang mengerti khususnya FISIKA. Mulai sejak kelas X, aku tidak begitu menyukai pelajaran ini. Mungkin karena kurang menarik cara pengajarannya. Karena aku masuk jurusan IPA makanya setiap hari aku berkutat dengan rumus-rumus dan hafalan. Itu merupakan resiko yang harus aku lakukan karena itu memang pilihanku.
MATEMATIKA, FISIKA, KIMIA, BAHASA INDONESIA, dan BAHASA INGGRIS. Itu merupakan mata pelajaran yang akan di UNAS kan. Lima bulan memang tidak akan cukup untuk aku mengahafalkan semua materi dari lima mata pelajaran. Apalagi, sekarang aku lebih fokus terhadap hasil rapotku. Karena untuk persiapanku mengikuti PMDK. Kepalaku benar-benar pusing. Aku harus pandai-pandai mengatur waktu. Sekarang tak ada lagi kata main-main. Semua harus penuh persiapan. Apapun yang akan aku terima semoga yang terbaik untukku. Dan bagi semua siswa yang akan menghadapi UNAS semoga lancar dan kita LULUS 100%.

SMILE IS BEAUTIFUL

Hal paling mudah yang bisa kita lakukan tanpa harus membuang tenaga yang besar adalah tersenyum. Tersenyum merupakan sesuatu hal kecil tapi memberikan manfaat yang besar dalam diri kita. Dengan tersenyum kita tidak hanya memberi energi postif bagi diri kita sendiri tapi juga kepada semua orang yang berada di samping kita. Selain itu, tersenyum membuat syaraf-syaraf kita relaks (tidak tegang). Sehingga aliran darah mengalir sebagaimana mestinya.
Menurut aku senyuman yang paling indah adalah senyuman yang terlukis di bibir dari lubuk hati yang paling dalam. Bukan karena paksaan dari luar. Senyuman yang tulus akan terlihat lebih indah dari senyum palsu yang diberikan hanya untuk membuat hati orang lain senang. Senyuman palsu itu justru akan membuat orang lain kecewa. Setelah mengetahui bahwa senyuman itu hanya untuk membuat hatinya senang bukan karna ketulusan.
Tulisan ini aku tulis untuk mengajak semua orang yang ada di dunia untuk tersenyum.
Tersenyum untuk menjalani hidup
Tersenyum untuk menatap masa depan
Tersenyum untuk mendapatkan kebahagiaan
Tersenyum untuk mensyukuri segala sesuatu yang kita miliki
SMILE IS BEAUTIFUL SO GIVE YOUR SMILE FOR US

MEMORI HATI

Di ujung senja itu
Aku terdiam membisu
Membiarkan angin menyapa diriku
Menghembuskan setiap nafas yang mengganggu


Ku biarkan diriku
Tenggelam dalam pikiranku
Pikiran yang slama ini menghantui hidupku
Hingga membuat hati ini ragu


Tak akan ku jatuhkan air mata
Hanya untuk sesuatu yang tak berguna
Walaupun sebenarnya aku tak kuasa
Menahan semua luka yang ada


Ku pejamkan kedua mata
Melupakan sejenak semua masalah yang ada
Mengingatnya adalah suatu yang tak berguna
Hanya akan menambah luka di dada


Ku biarkan semua kenangan itu pergi
Menjauh dari hati
Agar aku tersenyum kembali
Menatap indahnya dunia ini


Cerita yang telah terjadi
Hanya ada dalam memori
Hanya aku dan Dia yang mengerti
Tentang semua ini

RIDA

Pengertian Rida
Rida adalah menerima dengan senang hati atas segala yang diberikan Allah SWT baik berupa hukum maupun ketentuan – ketentuan yang ditetapkan-Nya. Rida berasal dari bahasa Arab yaitu radiya artinya senang hati (rela).
Orang yang memiliki sifat rida ia tidak mudah bimbang, kecewa, atas pengorbanan yang dilakukan. Ia tidak menyesal dengan kehidupan yang diberikan Allah, tidak iri hati atas kelebihan orang lain karena ia yakin bahwa semua itu berasal dari Allah, sedangkan kewajiban kita adalah berusaha atau ikhtiar.

Rida Terhadap Takdir
Rida terhadap takdir artinya menyerah atau pasrah yang terlebih dahulu diawali dengan usaha atau ikhtiar. Allah melarang berputus asa atas segala usaha. Allah akan memberi cobaan atau ujian dalam rangka menguji keimanan dan ketakwaan hamba-Nya.

Rida Kepada Muhammad SAW Sebagai Rosul
Rida kepada Rosulullah Muhammad SAW artinya kita harus beriman kepadanya, patuh dan pasrah kepada perintahnya, hendaknya beliau SAW harus lebih kita pentingkan daripada diri kita sendiri. Kita juga tidak akan meminta keputusan hukum kecuali telah merujuk kepada sunah-sunahnya.

Rida kepada Allah mengandung arti :

Rida hanya mencinati-Nya semata
Takut dan berharap hanya kepada-Nya
Merendahkan diri kepada-Nya
Beriman kepada pengaturan-Nya
Bertawakal dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya
Rida atas segala qodho dan qodar-Nya

Contoh Perilaku Rida
Apabila usaha mengalami surut atau bangkrut, ia masih berusaha sesuai kemampuan, sabar dan bersyukur atas kenikmatan yang diterimanya dari Allah.

Jika kehidupan mengalami kemiskinan, ia tetap sabar dan tawakal kepada Allah.

Dalam lingkungan pekerjaan, yang mengalami naik turunnya pangkat dan kedudukan yang selalu menyerahkan semua itu kepada Allah.

Apabila terjadi kematian pada salah satu anggota keluarga, ia akan berusaha sabar, tabah, dan ikhlas atas kehendak atau takdir Allah.

Kebiasaan Berperilaku Rida
Sabar dalam melaksanakan kewajiban hingga selesai dengan kesungguhan usaha atau ikhtiar serta penuh tanggung jawab.

Senantiasa selalu mengingat Allah dan tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk.

Tidak iri hati atas kekurangan atau kelebihan orang lain.

Senantiasa bersyukur atau berterima kasih kepada Allah atas nikmat pemberian-Nya.

Tetap beramal sholeh kepada sesama sesuai dengan keadaan dan kemampuan.

Menunjukkan kerelaan atau rida terhadap diri sendiri dan Allah.
Faktor Pendorong Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Dalam pandangan Moerdiono, beberapa faktor yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
1.Dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika masyarakat Indonesia berkembang amat cepat. Dengan demikian, tidak semua persoalan hidup dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya.
2.Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti Marxisme-Leninisme/Komunis Dewasa ini kubu Komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap mempertahankan ideologi lama.
3.Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh Komunisme sangat penting. Karena pengaruh ideologi Komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup, Pancasila pernah merosot menjadi ancaman yang kaku.
4.Tekad kita untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Arti Sikap dan Perilaku Positif Terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Arti sikap dan perilaku positif terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka adalah suatu sikap dan tindakan yang mencerminkan pemikiran pancasila secara umum dalam koridor-koridor yang ada secara luas dan memiliki arti dari penjabaran pancasila yang ada

Contoh Sikap dan Perilaku Posotif terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


•Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
•Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan sebagainya.
•Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia.
•Mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
•Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.

Perilaku Yang Sesuai Dengan Nilai-Nilai Pancasila


1.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Ketuhanan
Dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi terbuka, maka setiap warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan sikap dalam memeluk salah satu agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia.
2.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan
Kita harus senantiasa mendudukkan manusia lain sebagai mitra sesuai dengan harkat dan martabatnya. Hak dan kewajibannya dihormati secara beradab.
3.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Persatuan Indonesia
Mengharuskan setiap warga negara Indonesia agar tetap mempertahankan keutuhan dan tegak-kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Permusyawaratan/Perwakilan
Nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan mengandung makna bahwa hendaknya kita dalam bersikap dan bertingkahlaku menghormati dan mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat.
5.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Keadilan Sosial
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakuat Indonesia yang sesuai dengan sifat Pancasila sebagai ideologi terbuka, hal ini akan mengarah pada terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.


Tata Cara Bersikap Positif yang sesuai dengan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

1.Dapat menerima budaya-budaya lain, namun tetap bisa memilih yang sesuai dengan ideologi.
2.Dapat menerima perbedaan ras, agama, budaya, dan gender.

SELAMANYA

Andai kau tahu
Lidah ini tak mampu mengatakannya
Indah cinta yang kurasakan
Aku hanya bisa memendamnya

Tatapan matamu yang tajam
Ingin rasanya ku membalasnya
Kasih tulus yang ku berikan
Akan selalu tersimpan rapi

Seindah apapun itu cinta
Esok mungkin akan berakhir
Lambat waktu akan membuktikan
Agung kasih yang ku berikan
Manis akan ku dapat
Andai engkau menyadarinya
Namun itu tak kan mungkin ada
Yang ada hanya tangis air mata
Antara bahagia dan luka