>> Jalan Teuku Umar No.80 Bojonegoro
Kamis, 02 Juni 2011
Kamis, 19 Mei 2011
KADO TERINDAH

Tanggal 18 April 2011 adalah hari yang sangat mendebarkan bagi aku. Tepat di hari itu aku menjalani Ujian Akhir Nasional (UNAS) tingkat SMA. Rasanya deg-degan abiss. Bahkan seminggu sebelum ujian berlangsung udah kerasa banget nervousnya. Padahal bukan baru ini aku mengikuti Ujian, karna waktu SD sama SMP udah pernah. Tapi waktu itu nggak sampe deg-degan kayak gini. Hadeuhhh....
Ujian berlangsung 4 hari. Sampai tanggal 21 April 2011. Dengan jadwal seperti berikut :
Hari pertama >> B. Indonesia sama Biologi
Hari kedua >> Matematika
Hari ketiga >> B. Inggris sama Kimia
Hari keempat >> Fisika
Persiapan udah aku lakukan jauh-jauh hari. Mulai dari bimble (bimbingan belajar) sampai bekel (belajar kelompok). Nggak ketinggalan juga sholat tahajud sama berdoa. Meskipun begitu masih ada rasa khawatir. Getir-getir banget. Tapi alhamdulilah Ujiannya berlangsung lancar. Buat teman-teman seperjuangan Resip1ent (sebutan kelas aku) yang satu ruangan sama aku tepatnya ruang 3, makasih banyak untuk kerja samanya. Pokoknya best lah...!!! Hehehe. Buat teman-teman yang satu kode waktu ujian juga makasih bangetss.
Masih jelas teringat dipikiranku waktu kita bercanda saat jam istirahat. Menghilangkan stres sejenak dan setelah itu berperang kembali. Nggak baik juga kalo kita didepan buku terus waktu mau ujian. Ntar jadi stres malahan. Hehehe. Kita juga butuh penyegaran gituh. Hehehe.
Tiga minggu berselang (16/05) hasil ujianpun keluar. Sumpah...!!! Seneng banget waktu wali kelas aku Miss Dina bilang kalo anak-anak SMAdaBo LULUS 100% dan rata-rata nilai kelasku 8,... ke atas. Sorak sorai pecah seketika di dalam kelas aku. Teriakan bahagia dari kami tentunya. Dengan pertarungan empat hari, akhirnya kami mendapat predikat LULUS. Perjuangan banget...!!!
Nilai total Ujianku 50,40 dengan rata-rata 8,4.
>> B.Indonesia 8,8 >> B.Inggris 8,1 >> Matematika 8,0
>> Fisika 8,2 >> Kimia 9,0 >> Biologi 8,3
Alhamdulilah, aku bersyukur untuk hasil yang aku terima. Makasih Ya ALLAH. KELULUSAN ini adalah kado pertama terindah di ultahku kali ini. Dan kado kedua yang tak kalah terindah adalah aku LULUS Seleksi SNMPTN Undangan. Alhamdulilah Ya ALLAH, terima kasih untuk berkah yang sangat luar biasa ini. Tak berhenti aku memanjatkan rasa syukur kepada-MU.
Rabu, 11 Mei 2011
Bidadari Surga Untukmu
Senyuman yang terlukis di bibirmu
Adalah bahagia untukku
Sendu yang terlukis di wajahmu
Adalah duka untukku
Kau ceritakan tentang dirinya
Gadis yang kau puja
Wanita yang paling berharga
Bidadari surga yang kau damba
Tak kau lihatkah
Mawar ini slalu menunggumu
Harumnya slalu merindukanmu
Mekarnya slalu menantikanmu
Kau pergi bersama cintaku
Membuka lembaran kasih baru
Bidadari surga akan setia menjagamu
Tinggalkan sejuta harapan untuk mawar ini
Kau pergi membawa separuh cintaku
Cinta yang tak sempat ku ungkapkan padamu
Cinta yang tak pernah kau sadari
Cinta yang hanya mampu menyakiti
Detik demi detik
Mawar itu gugur
Jatuh satu persatu
Hanya tersisa tangkai yang layu
Adalah bahagia untukku
Sendu yang terlukis di wajahmu
Adalah duka untukku
Kau ceritakan tentang dirinya
Gadis yang kau puja
Wanita yang paling berharga
Bidadari surga yang kau damba
Tak kau lihatkah
Mawar ini slalu menunggumu
Harumnya slalu merindukanmu
Mekarnya slalu menantikanmu
Kau pergi bersama cintaku
Membuka lembaran kasih baru
Bidadari surga akan setia menjagamu
Tinggalkan sejuta harapan untuk mawar ini
Kau pergi membawa separuh cintaku
Cinta yang tak sempat ku ungkapkan padamu
Cinta yang tak pernah kau sadari
Cinta yang hanya mampu menyakiti
Detik demi detik
Mawar itu gugur
Jatuh satu persatu
Hanya tersisa tangkai yang layu
Kisah Yang Tak Terlupa
Aku tersenyum melihatmu bersamanya
Berpura-pura tersenyum
Karna hati kecilku menangis
Inginku teriakkan mengapa bukan aku
Mengapa bukan aku yang ada disampingmu
Mengapa bukan aku yang ada dihatimu
Mengapa bukan aku yang ada dipelukmu
Mengapa bukan aku yang menjadi pendampingmu
Aku marah
Aku kecewa
Aku terluka
Aku...aku...aku
Hanya ini yang mampu aku ucapkan
Hanya ini yang mampu aku berikan
Hanya ini yang mampu aku lakukan
Hanya ini yang mampu melukiskan
Terima kasih
Untuk cinta yang kau bawa
Untuk lara yang kau cipta
Untuk kisah yang tak terlupa
Berpura-pura tersenyum
Karna hati kecilku menangis
Inginku teriakkan mengapa bukan aku
Mengapa bukan aku yang ada disampingmu
Mengapa bukan aku yang ada dihatimu
Mengapa bukan aku yang ada dipelukmu
Mengapa bukan aku yang menjadi pendampingmu
Aku marah
Aku kecewa
Aku terluka
Aku...aku...aku
Hanya ini yang mampu aku ucapkan
Hanya ini yang mampu aku berikan
Hanya ini yang mampu aku lakukan
Hanya ini yang mampu melukiskan
Terima kasih
Untuk cinta yang kau bawa
Untuk lara yang kau cipta
Untuk kisah yang tak terlupa
Tawarkan Kepiluan
Aku hanya bisa melihatmu dari jauh
Menikmati keindahanmu dari jauh
Menikmati kebahagianmu dari jauh
Menikmati kelembutanmu dari jauh
Tak sanggup ku mendekatimu
Tak sanggup ku menatapmu
Tak sanggup ku menyentuhmu
Tak sanggup sungguh tak sanggup
Rintik hujan segera menyapa
Hadirmu membawa kesejukkan
Namun terkadang...
Hadirmu tawarkan kepiluan
Kau hadir begitu saja
Tanpa pernah ku minta
Tanpa pernah ku sangka
Tanpa pernah ku daya
Sayang...
Itu semua hanya sementara
Cinta itu hanya sesaat saja
Luka yang seterusnya menemani
Menikmati keindahanmu dari jauh
Menikmati kebahagianmu dari jauh
Menikmati kelembutanmu dari jauh
Tak sanggup ku mendekatimu
Tak sanggup ku menatapmu
Tak sanggup ku menyentuhmu
Tak sanggup sungguh tak sanggup
Rintik hujan segera menyapa
Hadirmu membawa kesejukkan
Namun terkadang...
Hadirmu tawarkan kepiluan
Kau hadir begitu saja
Tanpa pernah ku minta
Tanpa pernah ku sangka
Tanpa pernah ku daya
Sayang...
Itu semua hanya sementara
Cinta itu hanya sesaat saja
Luka yang seterusnya menemani
Terkikis Kesendirian
Ku pejamkan mata ini
Ku lihat bayangmu
Kau lambaikan tanganmu
Kau lemparkan senyum manismu
Ku berlari mengejarmu
Semakin cepat ku ayunkan langkahku
Tawa terukir di raut wajahku
Bahagia terasa di lubuk hatiku
Namun apa yang terjadi
Semakin ku dekati
Bayangmu semakin menjauh
Kemanakah bayangmu pergi
Aku terkikis dalam kesendirian
Bahkan bayangmu tak bisa ku raih
Apalagi dirimu yang seutuhnya
Aku terjebak diantara bayang semu dirimu
Ku lihat bayangmu
Kau lambaikan tanganmu
Kau lemparkan senyum manismu
Ku berlari mengejarmu
Semakin cepat ku ayunkan langkahku
Tawa terukir di raut wajahku
Bahagia terasa di lubuk hatiku
Namun apa yang terjadi
Semakin ku dekati
Bayangmu semakin menjauh
Kemanakah bayangmu pergi
Aku terkikis dalam kesendirian
Bahkan bayangmu tak bisa ku raih
Apalagi dirimu yang seutuhnya
Aku terjebak diantara bayang semu dirimu
Tabir Cinta
Dalam sepi ku sendiri
Ingin rasa hadirkan dirimu
Andai engkau disisi
Nafas ini akan slalu untukmu
Tanpa cinta untukku
Ini semua tiada arti
Kasih yang tercipta akan sirna
Andai engkau tiada disisi
Gundah slalu menyelimuti hati
Indah cinta hanyalah semu
Tabir cinta tiada tersirat jua
Aku terpasung dalam kepedihan
Pantaskah ku masih menunggu
Entah sampai kapan aku sanggup
Rasa sakit perlahan menghampiri
Tanpa sadar air mata mengalir
Inginku lari dari kenyataan ini
Menghilang dari semua rasa ini
Waktulah yang akan menjawab
Impian belaka atau kenyataan
Ingin rasa hadirkan dirimu
Andai engkau disisi
Nafas ini akan slalu untukmu
Tanpa cinta untukku
Ini semua tiada arti
Kasih yang tercipta akan sirna
Andai engkau tiada disisi
Gundah slalu menyelimuti hati
Indah cinta hanyalah semu
Tabir cinta tiada tersirat jua
Aku terpasung dalam kepedihan
Pantaskah ku masih menunggu
Entah sampai kapan aku sanggup
Rasa sakit perlahan menghampiri
Tanpa sadar air mata mengalir
Inginku lari dari kenyataan ini
Menghilang dari semua rasa ini
Waktulah yang akan menjawab
Impian belaka atau kenyataan
Langganan:
Postingan (Atom)