Senin, 29 Desember 2008

My Mother


Ibu adalah seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Beliau telah mengandungku selama sembilan bulan, membawaku kemanapun beliau pergi tanpa mengeluh. Beliau merawatku dengan sepenuh hati dan setulus jiwa, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Ibu...oh ibu… Betapa berdosanya diriku saat aku membuat hatimu terluka oleh perkataan dan perbuatanku. Padahal beliau selalu menyiapkan makananku setiap hari, mencuci baju seragamku dan memperingatkanku jika aku sedang salah. Sampai sekarang aku belum bisa membuat kedua orang tuaku bahagia. Namun, aku akan selalu berdo’a dan berusaha agar aku dapat mencapai cita-citaku dan membuat orang tuaku bahagia dan bangga terhadapku. Satu senyuman dari mereka itu sangat berharga bagiku. Kebahagiaan mereka sama dengan kebahagianku. Tanpa mereka aku tidak akan bisa jadi seperti sekarang.
Walaupun terkadang ibuku suka marah-marah, dan suka ngomel-ngomel tapi beliau tetap ibuku yang terbaik dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun di dunia ini. Aku juga mengerti bahwa apa yang telah beliau lakukan dan berikan itu semua adalah yang terbaik untukku dan kakakku. Tak ada yang bisa mengalahkan ibuku tercinta. Masakannya yang enak, perilaku yang disiplin tinggi, dan ketaatan beribadahnya. Aku yakin dan percaya seluruh ibu yang ada di dunia ini sangat mengharapkan kebahagiaan dan keberhasilan putra dan putrinya dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Oleh sebab itu, jangan pernah kita lupa dengan orang tua kita. Karena terlalu besar pengorbanan yang telah mereka berikan kepada kita. Jangan pernah mengecewakan kedua orang tua kita. Lakukan dan berikan yang terbaik untuk mereka.

Tidak ada komentar: