Kamis, 11 November 2010

Faktor Pendorong Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Dalam pandangan Moerdiono, beberapa faktor yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
1.Dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika masyarakat Indonesia berkembang amat cepat. Dengan demikian, tidak semua persoalan hidup dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya.
2.Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti Marxisme-Leninisme/Komunis Dewasa ini kubu Komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap mempertahankan ideologi lama.
3.Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh Komunisme sangat penting. Karena pengaruh ideologi Komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup, Pancasila pernah merosot menjadi ancaman yang kaku.
4.Tekad kita untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Arti Sikap dan Perilaku Positif Terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Arti sikap dan perilaku positif terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka adalah suatu sikap dan tindakan yang mencerminkan pemikiran pancasila secara umum dalam koridor-koridor yang ada secara luas dan memiliki arti dari penjabaran pancasila yang ada

Contoh Sikap dan Perilaku Posotif terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


•Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
•Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan sebagainya.
•Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia.
•Mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
•Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.

Perilaku Yang Sesuai Dengan Nilai-Nilai Pancasila


1.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Ketuhanan
Dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi terbuka, maka setiap warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan sikap dalam memeluk salah satu agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia.
2.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan
Kita harus senantiasa mendudukkan manusia lain sebagai mitra sesuai dengan harkat dan martabatnya. Hak dan kewajibannya dihormati secara beradab.
3.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Persatuan Indonesia
Mengharuskan setiap warga negara Indonesia agar tetap mempertahankan keutuhan dan tegak-kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Permusyawaratan/Perwakilan
Nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan mengandung makna bahwa hendaknya kita dalam bersikap dan bertingkahlaku menghormati dan mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat.
5.Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Keadilan Sosial
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakuat Indonesia yang sesuai dengan sifat Pancasila sebagai ideologi terbuka, hal ini akan mengarah pada terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.


Tata Cara Bersikap Positif yang sesuai dengan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

1.Dapat menerima budaya-budaya lain, namun tetap bisa memilih yang sesuai dengan ideologi.
2.Dapat menerima perbedaan ras, agama, budaya, dan gender.

Tidak ada komentar: